Wakalah (Memberi Kuasa) Al Kitab

Definisi Wakalah
Wakalah dgn wawu difat-hah & terkadang dikasrah arti-nya at-tafwidh (menyerahkan) & al-hifzhu (menjaga). Engkau mengatakan, “Wakkaltu fulaanan idzaas tahfazhtuhu (artinya aku meminta si fulan utk menjaga). ” “Wakkaltul amra ilaihi idzaa fawwadhtuhu ilaihi (artinya, aku menyerahkan urusan kepadanya). “

Adapun secara syara' yaitu seseorang menempatkan orang lain pada kedudukan dirinya secara mutlak atau muqayyad (terikat).

Pensyari'atan Wakalah
Wakalah disyari'atkan dgn dalil dari al-Kitab & as-Sunnah serta ijma' umat.

Allah Ta'ala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُم بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُم بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا

“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, ‘Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini). ' Mereka menjawab, ‘Kami berada (di sini) sehari atau setengah hari. ' Berkata (yang lain lagi), ‘Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dgn membawa uang perakmu ini, & hendaklah dia lihat manakah makanan nan lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, & hendaklah ia berlaku lemah lembut & janganlah sekali-kali men-ceritakan halmu kepada seorang pun. '” [Al-Kahfi: 19]

Dari Abu Rafi', ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menikahi Maimunah dlm keadaan halal & menggaulinya dlm keadaan halal. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam amat kuat dlm keduanya (*1) & beliau mewakilkan seseorang utk melunasi hutang-hutang (*2) & menegakkan hudud (*3) & nan lainnya. “

Kaum muslimin sepakat atas kebolehannya bahkan (sepakat) atas Sunnahnya, karena ia termasuk bentuk ta'awun ‘alal birri wa taqwa, karena tak setiap orang mampu utk mengerjakan sendiri urusan-urusannya, sehingga ia butuh mewakilkan kepada orang lain utk melaksanakannya menggantikannya.

Hal-Hal nan Boleh Wakalah Padanya
Segala sesuatu nan boleh bagi seseorang utk dikerjakan sendiri, maka boleh baginya utk mewakilkannya atau ia nan mewakili.

Seorang Wakil Adalah Penerima Amanah
Seorang wakil adalah penerima amanah pada apa nan ia pegang & pada apa nan ia laksanakan & ia tak menanggung kecuali jika lalai.

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

لاَ ضَمَانٌ عَلَى مُؤْتَمَنِ.

“Tidak ada jaminan atas orang nan diberi kepercayaan. ” (*4)

[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA - Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 - September 2007M]

Referensi
(*1). Hasan shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 2024)], Shahiih al-Bukhari (IV/ 437, no. 2258), Sunan Abi Dawud (IX/428, no. 3499), Sunan an-Nasa-i (VII/ 320), Sunan Ibni Majah (II/833, no. 2495)
(*2). Sanadnya shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (VI/252)], diriwayatkan oleh ad-Darimi (II/38), Ahmad (VI/392-393).
(*3). Lihat hadits Abu Hurairah tentang: “Berbuat Baik dlm Melunasi Hutang. “
(*4). Seperti sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Wahai Unais pergilah kepada wanita ini, apabila ia mengaku, maka rajamlah. ” Dan akan datang pembahasannya dlm bab Hudud.
sumber: www.almanhaj.or.id penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi tags: Al Kitab

dalil wakalah dalil hikmah wakalah dalil wakalah dalil wakalah dalil wakalah dalil tentang wakalah dalil wakalah pengertian dalil mengenai wakalah dalil wakalah dalil- dalil hikmah wakalah dan sumber nya dalil tentang wakalah dalil tentang hikmah wakalah dalil wakalah dalil wakalah dalil wakalah