Seputar Ilmu Memanggil Arwah Alaihi Wa Sallam

Segala puji bagi Allah, shalawat & salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihiwa sallam, keluarganya, shahabatnya serta orang-orang nan mengikuti petunjuknya.

Sungguh telah tersebar ditengah masyarakat, baik masyarakat penulis maupun masyarakat bukan penulis, 1 ilmu nan dinamakan ilmu memanggil roh. Mereka mengaku bisa memanggil roh orang-orang mati dgn cara nan ditemukan oleh para tukang sihir. Mereka bertanya kepada para roh kabar tentang nikmat & siksa nan dialami oleh orang-orang mati serta masalah-masalah lain nan kira-kira arwah dianggap mengetahuinya dlm kehidupan mereka (di alam kubur).

Aku telah banyak meneliti (merenungi) permasalahan ini sehingga jelas bagiku bahwa ilmu memanggil roh adalah ilmu nan batil. Dan ilmu tersebut merupakan permainan syetan nan bertujuan merusak aqidah & akhlaq, menipu kaum muslimin & menyeret mereka hingga sampai pada sikap mengaku tahu terhadap perkara ghaib dlm banyak masalah. Oleh sebab itu aku merasa perlu menulis kalimat ringkas ini utk menjelaskan kebenaran, menasehati ummat serta menyingkap penipuan terhadap manusia.

Maka aku katakan, tak diragukan lagi bahwa masalah ini sebagaimana masalah-masalah nan lain harus dikembalikan kepada Al-Qur'an & Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Apa saja nan ditetapkan Al-Qur'an & Sunnah atau salah satunya maka kita ini harus menetapkannya & apa saja nan dinafikan (ditiadakan) Al-Qur'an & Sunnah atau salah satunya maka kitapun harus menafikannya. Sebagaimana firman Allah.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Hai orang-orang nan beriman, ta'atilah Allah & ta'atilah Rasul(-Nya), & ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) & Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah & hari kemudian. nan demikian itu adalah lebih utama (bagimu) & lebih baik akibatnya”. [An-nisa' 59]

Masalah roh merupakan perkara ghaib nan hakikatnya hanya diketahui Allah saja. Orang tak boleh sibuk membicarakannya kecuali berdasarkan dalil syar'i. Allah berfirman.

عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

“(Dia adalah Rabb) nan Mengetahui nan ghaib, maka Dia tak memperlihatkan kepada seorangpun tentang nan ghaib itu Kecuali kepada rasul nan diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka & di belakangnya”. [Al-Jin 26-27]

قُل لاَّيَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ

“Katakanlah:”Tidak ada seorangpun di langit & di bumi nan mengetahui perkara nan ghaib, kecuali Allah”, [An-Naml 56]

Para ulama berbeda pendapat dlm memahami maksud roh (arwah) nan terdapat dlm Al Qur'an, surah Al-Isra' 85.

وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَآأُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah:”Roh itu termasuk urusan Rabb-ku, & tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Sebagian ulama mengatakan, bahwa maksudnya adalah roh nan ada pada badan. Berdasarkan pendapat ini maka ayat diatas merupakan dalil bahwa roh termasuk urusan Allah, tak diketahui oleh manusia sedikitpun kecuali nan diberitahukan oleh Allah. Karena masalah roh merupakan 1 di antara sekian banyak masalah nan khusus menjadi rahasia Allah. Dia menutup persoalan ini terhadap makhluk-Nya.

Sementara itu Al-Qur'an & Sunnah nan shahih dari Rasullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menunjukkan bahwa roh orang nan sudah meninggal dunia akan tetap hidup setelah kematian jasad. Diantara nan menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah.

اللهُ يَتَوَفَّى اْلأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ اْلأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

“Allah memegang jiwa (roh seseorang) ketika matinya & (memegang) jiwa (seseorang) nan belum mati di waktu tidurnya; maka Ia tahan jiwa (roh orang) nan telah ia tetapkan kematiannya & Dia melepaskan lagi jiwa (roh) nan lain sampai waktu nan ditentukan” [Az-Zumar 42]

Ada riwayat nan shahih, bahwa pada perang Badar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan utk mengurus 24 orang bangkai pemuka Quraisy , mereka dilemparkan kedalam sebuah sumur busuk nan ada di Badar. Manakala beliau sudah mengalahkan kaum (Musyrikin Quraisy), beliau tinggal di tanah Badar nan menjadi lengang selama 3 malam. Setelelah beliau berada di sana pada hari nan ketiga, beliau memerintahkan utk mempersiapkan binatang tungganngannya, lalu dipasang & dikuatkanlah pelananya. Kemudian beliau berjalan diiringi oleh para shahabatnya. Para shahabat berkata, “kami tak melihat beliau beranjak kecuali dgn maksud memenuhi sebagian kebutuhannya. Sampai akhirnya beliau berdiri di sisi bibir sumur, kemudian beliau memanggil bangkai-bangkai pembesar kafir Quraisy (yang terkubur di dlm sumur) tersebut dgn menyebutkan nama-nama mereka & nama bapak-bapak mereka, “Wahai Fulan bin fulan, Wahai Fulan bin fulan, Bukankah kalian akan senang jika kalian mentaati Allah & rasulNya? Sesungguhnya kami benar-benar telah mendapatkan apa nan telah dijanjikan oleh Rabb kami. Bukankah kalian juga telah benar-benar mendapatkan apa nan dijanjikan oleh Rabb kalian. ” Umar berkata, “Wahai Rasulullah kenapa anda berbicara dgn jasad-jasad nan tak memiliki roh ?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Demi Dzat nan jiwa Muhammad ada di tanganNya, kalian tak lebih baik pendengarannya terhadap apa nan aku katakan dibanding mereka, hanya saja mereka tak mampu menjawab” [HR. Bukhari, Kitab al-Maghazi, no. 3976. Fathul Bari VII/300-301]

Juga terdapat riwayat nan shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa mayit bisa mendengar suara sandal (sepatu) orang-orang nan mengantarnya ketika mereka meninggalkan (kuburan)nya.

Imam Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kaum salaf telah bersepakat atas hal ini. Atsar dari mereka sudah mutawatir bahwa mayit mengetahui jika ada orang nan menziarahinya & merasa bahagia dgn ziarah tersebut”.

Selanjutnya Ibnul Qayyim menukil perkataan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu dlm menafsirkan firman Allah.

اللهُ يَتَوَفَّى اْلأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ اْلأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

“Allah memegang jiwa (roh seseorang) ketika matinya & (memegang) jiwa (seseorang) nan belum mati di waktu tidurnya ; maka Ia tahan jiwa (roh orang) nan telah ia tetapkan kematiannya & Dia melepaskan lagi jiwa (roh) nan lain sampai waktu nan ditentukan”. [Az-Zumar 42}

“Telah sampai kepadaku bahwasanya roh orang-orang nan masih hidup & nan sudah mati bisa bertemu didalam tidur (mimpi-red) kemudian mereka saling bertanya, lalu Allah menahan roh orang nan sudah mati & mengembalikan roh orang nan masih hidup ke jasadnya. “

Kemudian Ibnul Qayyim berkata, “Sungguh pertemuan antara roh orang-orang nan masih hidup dgn roh orang-orang nan sudah meninggal menunjukkan bahwa orang nan masih hidup bisa melihat orang nan sudah meninggal dlm mimpinya & menanyainya hingga orang nan sudah mati menceritakan apa nan tak diketahui oleh nan masih hidup. Atas dasar inilah terkadang berita orang nan hidup (tentang keadaan orang nan sudah mati) bisa pas sesuai dgn kenyataan. “

Demikianlah nan dipegang oleh Salafus Shalih, yaitu roh orang-orang nan sudah mati tetap ada & bisa mendengar sampai waktu nan dikehendaki Allah. Tetapi tak benar, kalau roh-roh itu bisa berhubungan dgn orang-orang nan masih hidup selain dlm mimpi.

Begitu pula tidaklah benar pengakuan para tukang sihir tentang kemampuan mereka mendatangkan roh orang-orang mati nan diinginkan, lalu mengajaknya berbicara & bertanya-tanya (berbagai hal) kepadanya. Ini adalah pengakuan nan batil, tak ada dalil nan menguatkannya baik dalil naqli (Al-Qur'an & Hadits-pent) maupun dalil aqli. Allahlah nan Maha Mengetahui masalah roh. Dialah nan mengatur roh. Dia pulalah nan berkuasa mengembalikan roh tersebut ke jasad manusia kapan saja Ia kehendaki. Hanya Allah nan Maha mengatur kerajaanNya & ciptaanNya, tak ada nan bisa menandingiNya.

Sedangkan orang nan beranggapan selain itu (tidak mengakui kekuasaan Allah-pent) maka dia hanya beranggapan tanpa berdasarkan ilmu & dia berdusta kepada manusia tentang berita-berita roh nan dia sebarkannya. Hal itu mungkin utk tujuan mendapatkan harta atau utk menunjukkan kemampuannya nan tak dimiliki orang lain atau utk menipu manusia dgn maksud merusak agama & akidah mereka.

Apa nan diaku-aku oleh para dajjal ini, yaitu memanggil roh-roh sebenarnya adalah roh-roh syetan. Mereka memberikan pelayanan kepada syetan-syetan itu dgn cara menyembahnya & memenuhi permintaannya. Roh-roh syetan tadi membantu para dajjal ini dgn bantuan nan diminta dgn cara berdusta & berbuat dosa dlm menjiplak nama orang-orang mati nan dipanggil para dajjal itu. Allah berfirman.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَافَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَايَفْتَرُونَ . وَلِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاْلأَخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَاهُم مُّقْتَرِفُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia & (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian nan lain perkataan-perkataan nan indah-indah utk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka & apa nan mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang nan tak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya & supaya mereka mengerjakan apa nan mereka (syetan) kerjakan”. [Al-An'am 112-113]

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَامَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ اْلإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلَتْ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَآ إِلاَّ مَاشَآءَ اللهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman):”Hai golongan jin (syetan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia:”Ya Rabb kami, sesungguhnya sebahagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) & kami telah sampai kepada waktu nan telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman:”Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal didalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. [Al-An'am: 128]

Para Ulama tafsir menyebutkan, kesenangan jin terhadap manusia ialah karena pengabdian manusia kepada jin, dgn cara memberikan sesajian binatang sembelihan, bernadzar & meminta-minta kepada jin. Sedangkan kesenangan manusia terhadap jin ialah karena pemenuhan jin terhadap kebutuhan nan diminta manusia, & juga karena pemberitaan jin kepada manusia tentang beberapa perkara ghaib nan diketahuinya atau nan berhasil ia curi dengar atau nan hanya sekedar kedustaan nan dibuat-buat mengenai banyak persoalan nan rumit. Dan kedustaan inilah nan justeru paling banyak (dilakukan oleh jin).

Sekalipun sekiranya kita ini memastikan bahwa para tukang sihir itu tak mendekatkan diri kepada roh (syetan) nan mereka datangkan dgn suatupun dari bentuk peribadatan, tetap saja hal itu tak menunjukkan halal & kebolehannya berhubungan dgn para roh syetan tersebut. Karena meminta kepada syetan, peramal, tukang tenung & ahli nujum dilarang menurut syari'i. Dan mempercayai apa nan mereka beritahukan merupakan larangan nan paling keras & dosa paling besar bahkan ini merupakan cabang kekufuran, Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

“Barangsiapa nan mendatangi tukang ramal lalu bertanya tentang sesuatu, tak diterima shalatnya selama 40 malam”

Dalam Musnad Imam Ahmad & kitab-kitab Sunan, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda.

مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ n

“Barangsiapa nan mendatangi tukang tenung & membenarkan apa nan dia ucapkan maka sesungguhnya dia telah kafir terhadap nan apa nan diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam”.

Banyak hadits serta atsar (perkataan shahabat-pent) nan semakna dgn ini. & tak diragukan lagi bahwa roh-roh nan –menurut prasangka mereka- bisa mereka panggil, masuk dlm kategori nan dilarang oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab roh-roh nan dipangggil itu sejenis dgn roh-roh syetan nan menjadi pendamping tukang tenung & tukang ramal, maka hukumnya sama. Karena itu tak boleh bertanya (meminta) kepadanya, memanggilnya & mempercayainya. Semua itu diharamkan & termasuk kemungkaran. Bahkan semua itu batil berdasarkan hadits-hadits serta atsar-atsar nan telah di dengar di muka dlm masalah ini. Di samping itu juga karena berita nan mereka ambil dari roh-roh ini termasuk perkara ghaib, padahal Allah berfirman.

قُل لاَّيَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ

“Katakanlah:”Tidak ada seorangpun di langit & di bumi nan mengetahui perkara nan ghaib, kecuali Allah”. [An-Naml: 65]

Terkadang roh-roh nan mereka panggil ini adalah syetan nan menemani orang mati nan dipanggil rohnya. Lalu syetan ini memberitahukan apa nan ia ketahui tentang mayit ini semasa hidupnya sambil mengaku bahwa dialah arwah sang mayit. Oleh sebab itu tak boleh mempercayainya, memanggilnya & menanyainya sebagaimana dalil nan telah disebutkan. Dan apa nan ia panggil itu tak lain hanyalah syetan & jin nan membantu mereka sebagai imbalan dari persembahan nan mereka berikan kepada syetan tersebut, berupa peribadatan nan seharusnya tak boleh ditujukan kepada selain Allah. Dengan cara demikian maka ia (orang nan memanggil arwah) sampai pada batas syirik akbar nan akan mengeluarkan sang pelaku dari Islam.

Lajnah Daimah (Dewan Tetap) Untuk Pembahasan Ilmiah & Fatwa Saudi Arabia telah mengeluarkan fatwa tentang hipnotis nan merupakan salah 1 jenis mendatangkan roh. Teks fatwa itu sebagai berikut:

“Hipnotis merupakan sebentuk praktek perdukunan dgn bantuan jin nan dipasang oleh si penghipnotis pada orang nan di hipnotis. Lalu jin itu berbicara dgn lidah orang nan dihipnotis & memberinya kemampuan utk mengerjakan sebagian pekerjaan dgn kekuatan jin nan ada pada dirinya, jika jin itu benar-benar patuh terhadap si penghipnotis, sebagai imbalan dari ibadah penghipnotis kepada jin. Lalu jin itu membuat orang nan dihipnotis mentaati kemauan si penghipnotis. Ia melakukan perbuatan-perbuatan nan dimaukan oleh sipenghipnotis karena adanya bantuan jin kerpadanya (penghipnotis), jika jin tersebut berbuat jujur kepadanya.

Berdasarkan (uraian-red) itu, maka menggunakan hipnotis & menjadikannya sebagai cara utk menunjukkan letak barang nan dicuri atau barang hilang atau utk mengobati orang sakit atau utk melakukan pekerjaan apa saja dgn perantara orang nan dihipnotis, hukumnya tak boleh bahkan termasuk syirik seperti penjelasan nan telah lewat. Di samping itu juga karena termasuk berlindung kepada selain Allah, karena tak mempergunakan sebab-sebab (usaha-usaha) wajar nan dijadikan sebagai sebab oleh Allah nan diperbolehkan bagi para makhlukNya. [Sampai disini fatwa Lajnah Daimah] (*1)

Diantara orang nan membongkar hakikat anggapan bathil ini adalah Dr. Muhammad Muhammad Husain dlm kitabnya Ar-Ruhiyyah al-Haditsah, Haqiqatuha wa Ahdafuha. Dulunya, dia termasuk orang nan tertipu dgn sulap (sihir) ini dlm waktu nan cukup lama kemudian Allah memberikan petunjuk kepadanya menuju kebenaran. Kemudian dia membongkar kebohongan anggapan tersebut setelah dia mendalami ilmu itu & tak mendapatkan selain khurafat & kebohongan, kemudian beliau membongkar kebohongan anggapan tersebut.

Dr Muhammad Muhammad Husein menyebutkan, orang nan memanggil roh menempuh cara nan berbeda-beda. Di antaranya ada nan pemula, mereka menggunakan gelas kecil atau cangkir nan digeser-geser diantara huruf-huruf nan tertulis di meja. Menurut anggapan mereka, jawaban roh nan dipanggil itu tersusun dari kumpulan urut-urutan huruf nan tergeser oleh geseran gelas atau cangkir tersebut. Di antaranya lagi lagi ada nan menggunakan keranjang. mereka menaruh pena dibibir keranjang, pena ini akan menulis jawaban dari soal nan diajukan penanya. Kemudian, di antaranya lagi ada nan bertumpu pada perantara seperti halnya perantara pada ilmu hipnotis.

Dr Muhammad Muhammad Husein menyatakan bahwa ia meragukan kebenaran orang nan mengaku mampu memanggil roh. Kenyataannya, ada orang dibelakang mereka nan mendorong mereka utk berbuat semacam itu. Buktinya, ada propaganda nan bekerja utk mereka. Sehingga Koran-koran & majalah-majalah berlomba-lomba utk mengikuti berita mereka & menyebarkan pengakuan-pengakuan (bohong-red) mereka. Padahal sebelumnya media-media tersebut tak bergairah utk (memuat-red) berita menyangkut roh & akhirat & juga media-media itu tak pernah menyeru kepada agama atau keimanan kepada Allah walaupun hanya sehari.

Beliau (Mumahammad Muhammad Husain) juga menyatakan bahwa mereka ini sangat antusias utk menghidupkan dakwah Fir'aun & dakwah-dakwah jahiliyah lainnya. Dia juga menyebutkan, orang-orang nan mempromotori ide ini merupakan orang nan sebenarnya tak memiliki kedudukan atau kehormatan lalu mereka mengangkat sendiri kemuliaan dirinya dgn khayalan-khayalan. Orang nan paling terkenal mempromotori bid'ah ini adalah Oliver Lordge nan kehilangan anaknya dlm perang dunia pertama. Demikian juga pendiri lembaga Ruhiyah (menggeluti soal roh) di Mesir ; Ahmad Fahmi Abul Khair nan anaknya meninggal 1937 M setelah melewati masa penantian hadirnya anak tersebut dlm waktu cukup lama.

Dr Muhammad Muhammad Husein menyebutkan bahwa dia pernah melakukan bid'ah ini, dimulai dgn cangkir & meja akan tetapi dia tak merasa puas, sampai dgn menggunakan perantara & dia berusaha melihat apa nan mereka akui sebagai penjelmaan roh atau suara & mereka ceritakan sebagai bukti pengakuan mereka, namun dia tak berhasil & begitu juga nan yang lainnya. Karena memang sebenarnya tak ada. Itu hanyalah permainan-permainan bohong nan didasarkan pada tipu muslihat tersembunyi nan jitu utk menghancurkan agama. Sehingga tak jauh beda dgn cara-cara zionisme internasional.

Ketika Muhammad Muhammad Husein tak puas dgn pemikiran-pemikiran (ide-ide) nan merusak itu, bahkan ia dapat membongkar kebohongannya, maka ia mengundurkan diri darinya & bertekad utk menjelaskan hakikatnya kepada manusia. Ia juga mangatakan bahwa orang-orang menyimpang ini akan senantiasa menipu manusia sampai mereka berhasil mengeluarkan keimanan dari dada mereka & mengeluarkan akidah nan telah tertanam di dlm jiwa mereka. Untuk selanjutnya mereka akan diseret menuju prasangka-prasangka & khayalan-khayalan kacau nan membingungkan.

Orang-orang nan mengaku bisa memanggil roh ini tak mengakui para rasul kecuali hanya sebagai penghubung persoalan roh saja. Sebagaimana perkataan pemimpin mereka, Arthur Findlay dlm bukunya ala haafati al'alam al-atsiiri tentang para nabi, “Mereka (para nabi) adalah perantara nan paling tinggi derajatnya diantara derajat-derajat perantara lainnya. Dan mukjizat para nabi itu tak lain hanyalah fenomena-fenomena arwah, seperti fenomena-fenomena nan terjadi di tempat pemanggilan arwah. “

Dr Muhammad Muhammad Husein selanjutnya mengatakan, “Jika mereka gagal memanggil roh, mereka akan mengatakan, ‘perantara ini tak berhasil atau tak bersungguh-sungguh atau orang nan melihat tak sepakat atau ada diantara nan hadir masih bimbang atau menentang'. Diantara anggapan mereka nan bathil adalah menganggap Jibril Alaihissallam datang ditempat perkumpulan mereka & mendo'akannya. Semoga Allah menjelekkan mereka.

Demikianlah maksud dari penjelasan Dr. Muhammad Muhammad Husain.

Dari jawaban kami di muka & dari penjelasan Lajnah Daimah serta penjelasan Dr. Muhammad Muhammad Husain tentang hipnotis, jelaslah kebohongan para pengaku pemanggil roh tentang (kemampuan) mereka mendatangkan roh orang mati, utk kemudian ditanyai tentang apa saja nan mereka inginkan. Diketahui pula bahwa semua ini merupakan perbuatan syetan & permainan sulap nan bathil, termasuk dlm perbuatan nan dilarang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallamn yaitu termasuk bertanya kepada tukang tenung, tukang ramal, ahli nujum & orang nan semisal mereka. Dan wajib atas semua nan bertanggung jawab di Negara Islam utk melarang kebathilan ini, memusnahkannya serta memberikan hukuman terhadap orang nan melakukannya sehingga dia berhenti. Sebagaimana juga wajib atas semua pemimpin redaksi majalah-majalah Islam supaya tak memuat & mengotori lembaran-lembaran mereka dgn kebathilan ini. Kalaupun terpaksa utk memuatnya maka hendaklah sekedar utk membantah, memberitahukan kebatilannya serta memperingatkan manusia terhadap permainan syetan baik nan berwujud manusia ataupun jin serta memberi peringatan terhadap tipu daya mereka kepada manusia.

Allah Maha berkata benar, Dialah nan menunjukkan jalan kebenaran. Dan hanya kepada Allahlah permohonan diajukan, agar hendaknya Dia memperbaiki kondisi kaum muslimin serta menganugerahkan pemahaman nan baik dlm masalah agama kepada mereka. Juga agar hendaknya Allah melindungi mereka dari tipu daya orang-orang jahat & tipu daya wali-wali syetan. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas semuanya.

و صلى الله وسلم على نبينا محمد

(Diterjemahkan oleh Abu Zahra' Marzuki Fauzi. Dari Mukhtarat Min Kitab Majmu' Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Bin Baz hal. 212 s/d 217. Pernah dimuat di media-media setempat & media-media Islam tahun 1395H)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VII/1424H/2003 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Referensi
(*1). Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ketua), Syaikh Abdurrozaq Afifi (wakil), Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Ghudayyan (anggota) & Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani' (anggota)
sumber: www.almanhaj.or.id penulis Syiakh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tags: Alaihi Wa Sallam, Sunnah Rasulullah, Kira Kira, Al Qur, Orang Mati, Apa Saja

ilmu panggil arwah cara memanggil org tlh mati dngan ayat alloh cara cara memanggil arwah doa pemanggil arwah ghoib doa memanggil arwah menurut islam ayat pemanggil arwah bolehkah mmanggil roh org yg tlah mninggal pemanggilan ruh menurut ulama doa memanggil jin/ arwah doa memanggil gaib ilmu pemanggil roh amalan memanggil orang yang sudah meninggal cara melihat arwah berdasarkan islam pemanggil arwah ayat menyeru wali allah