Metodologi Ibnu Taimiyah Dalam Membedah Bid'ah Khawarij (2) Alaihi Wa Sallam

PEMBAHASAN KEEMPAT: SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN KAUM KHAWARIJ
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berusaha menganalisa faktor-faktor penyebab munculnya bid'ah Khawarij & berusaha menjelaskan cara-cara setan dlm menjerat mereka. Salah satunya adalah dgn menjadikan bid'ah nan mereka lakukan seolah-olah bagus & indah serta layak diikuti & diterima. Sehingga harus dibela dgn pedang oleh imam beserta jama'ah mereka.

Berikut ini akan kami sebutkan beberapa faktor nan dipaparkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, nan merupakan sebab penyimpangan & kesesatan kaum Khawarij. Sekaligus faktor penyebab berkembangnya bid'ah mereka di tengah-tengah manusia.

1. Sikap Wara' nan Semu Sebagai Akibat Dari Kedangkalan Ilmu Mereka.
Banyak sekali orang nan bersikap wara' terhadap hal-hal tertentu. Namun di lain pihak justru meninggalkan perkara-perkara nan diwajibkan atas mereka. Diantara mereka ada nan melakukan perkara-perkara syubhat dgn berpijak kepada persangkaan dusta belaka. Ironinya mereka menganggap hal itu sebuah kewara'an, disebabkan karena kedangkalan ilmu & piciknya pemahaman mereka. Hingga mereka jadikan sebagai sesuatu nan harus diikuti layaknya sebuah syariat.

Disebabkan sikap wara' semu nan ditunjukkan oleh kaum Khawarij tersebut, seperti berlebih-lebihan dlm menyikapi perkara kezhaliman & kemaksiatan, & keyakinan mereka nan keliru tentang ancaman Allah nan pasti ditepati-Nya & tak akan dipungkiri. Akibatnya mereka malah meninggalkan kewajiban mentaati Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam & meninggalkan berhukum kepada sunnah beliau dlm masalah vonis memvonis. Serta meninggalkan kewajiban berlaku belas kasih terhadap kaum mukminin. Sehingga mereka jatuh ke dlm bid'ah nan besar Sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencela & memerintahkan utk memerangi mereka.

Berkaitan dgn perkara di atas Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm kitab Majmu' Fatawa (XX/140): “Sikap wara seperti itu telah menjerumuskan pelakunya ke dlm bid'ah nan besar. Sama halnya sikap wara' nan ditunjukkan oleh kaum Khawarij, Syi'ah Rafidhah, Mu'tazilah & kelompok-kelompok bid'ah lainnya. Mereka bersikap wara' secara berlebihan terhadap kezhaliman atau sesuatu nan mereka anggap kezhaliman dgn menjauhi orang-orang nan berbuat zhalim, sayangnya mereka justru meninggalkan kewajiban nan dibebankan atas mereka, seperti shalat jum'at, shalat jama'ah, haji, jihad & memberi nasehat serta berlaku kasih sayang kepada kaum muslimin. Orang-orang nan bersikap wara' seperti itulah nan disanggah oleh para imam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, seperti imam nan empat. Mereka menyebutkan hal ini dlm deretan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama'ah. “

Kemudian belaiu menjelaskan bahwa sikap wara' nan semu ini hanya akan dapat diperbaiki dgn ilmu nan memadai, pemahaman nan mapan & rasa kasih sayang nan dalam. Beliau berkata dlm kitab Al-Majmu' (XX/141-142):
“Oleh sebab itu seorang nan wara' membutuhkan ilmu nan cukup tentang Al-Qur'an & As-Sunnah & pemahaman dlm agama. Jika tak maka sikap wara'nya itu lebih banyak mendatangkan kerusakan daripada maslahat. Sebagaimana nan dilakukan oleh kaum kafir, ahli bid'ah, Khawarij, Rafidhah & lain-lain.

Wara' nan dianjurkan oleh syariat -yang justru dilanggar oleh kaum Khawarij- adalah:
• Harus melaksanakan kewajiban & meninggalkan perbuatan haram.
• Perbuatannya harus sesuai dgn sunnah nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
• Harus dlm lingkupan rasa takut & pengharapan.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan hal ini dlm Majmu' Fatawa (XX/110-111): “Contohnya adalah kaum Al-Wa'idiyah dari kalangan Khawarij & sejenisnya, nan menanggapi perkara maksiat & larangan secara berlebihan. Dalam hal mengikuti petunjuk Al-Qur'an & mengagungkannya mereka sudah baik, namun sayangnya hal itu mereka lakukan di atas dasar menyelisihi sunnah nabi & atas dasar pengingkaran mereka terhadap kewajiban mengasihi kaum mukminin meskipun melakukan dosa besar. “

2. Menyamaratakan Antara Kesalahan Dan Dosa.
Sebagaimana sudah dimaklumi bahwa pemabahasan tentang status hukum seorang muslim nan fasik merupakan sebab pertama terjadinya bid'ah di dlm agama. Kaum Khawarij berkata: “Orang fasik itu hukumnya kafir” mereka meyakini kebenaran infadzul wa'id (kebenaran ancaman Allah terhadap orang-orang fasik), menurut mereka maknanya adalah: “Orang-orang fasik kekal dlm neraka & tak akan dapat keluar darinya dgn syafaat atau dgn nan lainnya. ” Hal itu hanya utk menetapkan bahwa Allah benar-benar menepati janji & tak memungkirinya. Menurut mereka bila ancaman bersifat umum telah dikeluarkan maka akan terhitung pengingkaran apabila tak membenarkannya. Mereka keliru dlm memahami sebuah ancaman. Mereka samakan antara dosa & ancaman dgn kesalahan.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm Majmu' Fatawa (XXXV/69-70): “Kelompok-kelompok sesat menyamaratakan antara kesalahan & dosa. Kadangkala mereka bersikap berlebihan dlm masalah ini. Ada nan berkata: “Orang-orang itu ma'shum” Dan sebagian lagi berkata: “Orang-orang itu termasuk pembangkang karena kesalahan nan dilakukannya” Ahli ilmu bukanlah orang nan ma'shum & bukan pula orang nan tak berdosa.
Faktor inilah nan banyak melahirkan kelompok-kelompok bid'ah & menyimpang. Sebagian kelompok tersebut ada nan mencaci & melaknat Salafus Shalih dgn alasan mereka telah melakukan dosa & pelaku dosa tersebut berhak dilaknat. Bahkan mereka tak segan menjatuhkan vonis fasik atau kafir terhadap Salafus Shalih. Sebagaimana dilakukan oleh kaum Khawarij nan mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan & orang-orang nan mendukung mereka berdua, mengutuk & mencaci mereka & menghalalkan darah mereka…”

3. Kesalahan Dlam Memahami Dalil.
Kesalahan ini tampak lebih jelas dlm memahami nash-nash berisi ancaman & beberapa masalah nan berkaitan dgn pengkafiran kaum muslimin. Demikian pula dlm memahami nash-nash tentang amar ma'ruf nahi mungkar & beberapa hal nan berkenaan dgn pembangkangan & perlawanan terhadap penguasa.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dlm kitab Dar'u Ta'arudhi Al-Aql wan Naql (I/141) berkata: “Kaum Khawarij nan mentakwil secara keliru ayat-ayat Al-Qur'an & mengkafirkan orang-orang nan menyelisihi mereka lebih baik keadaannya dari pada mereka (kaum Jahmiyah). Sebab kaum Khawarij tersebut menjatuhkan vonis kafir atas dasar Al-Qur'an & As-Sunnah. Hanya saja mereka keliru dlm memahami nash Al-Qur'an & As-Sunnah tersebut. Adapun kaum Jahmiyah menjatuhkan vonis kafir atas dasar ucapan nan Allah tak menurunkan keterangan tentangnya. “

4. Kesalahan Dalam Menetapkan Wasilah Dan Target.
Amar ma'ruf nahi mungkar merupakan salah 1 perintah syariat nan memiliki kaidah-kaidah, batasan & wasilah tertentu. Kaum Khawarij -disebabkan berpalingnya mereka dari Sunnah nabi- justru memutarbalikkan perkara, mereka jadikan perkara ma'ruf sebagai perkara mungkar & perkara mungkar sebagai perkara ma'ruf. Bahkan mereka tak mengetahui wasilah amar ma'ruf nahi mungkar, mana saja mendatangkan maslahat & mana saja nan tak mendatangkan maslahat. Mereka keliru dlm menetapkan wasilah & menentukan target.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dlm Majmu'Fatawa (XXVIII/128) ketika mengulas kesalahan nan dilakukan manusia berkaitan dgn amar ma'ruf nahi mungkar berkata: “Kelompok kedua: Orang-orang nan ingin menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dgn lisan ataupun dgn tangan (kekuatan) secara membabi buta tanpa bimbingan ilmu, sikap santun, kesabaran & tanpa mempertimbangkan mana nan mendatangkan maslahat & mana nan tidak, mana nan sanggup dilakukan & mana nan tidak. ia melakukan amar ma'ruf atau nahi mungkar dgn anggapan bahwa ia sanggup melakukannya demi membela agama Allah & sunnah rasul-Nya, sayangnya ia malah melanggar batasan-batasan syariat. Sebagaimana hal ini banyak dilakukan oleh ahli bid'ah & pengikut hawa nafsu, seperti kaum Khawarij, Mu'tazilah, Rafidhah serta kelompok-kelompok bid'ah lainnya nan keliru dlm menegakkan jihad beramar ma'ruf nahi mungkar. Akibatnya kerusakan nan ditimbulkan lebih besar daripada maslahatnya. Oleh sebab itulah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kita ini agar bersabar terhadap kezhaliman para penguasa & melarang memerangi mereka selama mereka masih menegakkan shalat. Beliau bersabda:

أَدُّوا إِلَيْهِمْ حُقُوْقَهُمْ وَ سَلُوْا اللهَ حُقُوْقَكُمْ

Tunaikanlah hak-hak mereka & mintalah kepada Allah hak-hak kalian”
Kami telah beberapa kali menjelaskan hal ini panjang lebar di tempat lain. “

5. Kesalahan Dlam Menempatkan Dalil Dan Kandungan Dalil Tersebut.
Kaum Khawarij ini biasanya meyakini sebuah pendapat terlebih dahulu baru mencari-cari ayat Al-Qur'an nan dikira mendukung pendapat tersebut. Sementara tak ada pendahulu bagi mereka dari kalangan sahabat maupun generasi nan mengikuti mereka dgn baik. & tak pula dari kalangan para imam nan mendukung pendapat atau penafsiran mereka tersebut. Dalam hal ini mereka memakai 2 metodologi:

• Mementahkan kandungan nash-nash Al-Qur'an.
• Menempatkan nash-nash tersebut tak pada tempatnya.

Maka kesalahan mereka terpulang kepada 2 perkara: kesalahan mereka dlm meyakini keyakinan-keyakinan batil & kesalahan mereka dlm cara menetapkan keyakinan-keyakinan batil tersebut.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm kitab Majmu' Fatawa (XIII/356): “Orang-orang nan keliru dlm menetapkan dalil & kandungan nan terdapat dlm dalil -seperti kelompok-kelompok ahli bid'ah- meyakini sebuah pendapat nan menyelisihi kebenaran nan diyakini oleh umat ini nan tak akan bersepakat di atas kesesatan, dari kalangan Salaful Ummah & para imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Mereka membawakan ayat-ayat Al-Qur'an namun memahaminya dgn pendapat akal mereka.

Kadang kala mereka membawakan beberapa ayat Al-Qur'an utk mendukung keyakinan mereka padahal ayat tersebut bukanlah dalil nan mendukungnya. Dan kadang kala mereka mentakwil dalil-dalil nan menyelisihi pendapat mereka dgn memalingkan dalil tersebut dari makna nan sebenarnya. Diantara kelompok itu adalah Khawarij, Rafidhah, Jahmiyah , Mu'tazilah, Qadariyah, Murjiah & lainnya. “

PEMBAHASAN KELIMA: EKSES-EKSES NEGATIF BID'AH KHAWARIJ
Ekses negatif nan ditimbulkan bid'ah Khawarij tak hanya menyentuh persoalan aqidah saja, bahkan juga menyentuh persoalan ibadah & mua'malah nan berakibat langsung kepada kehidupan & aktifitas kaum muslimin. Ekses-ekses negatif tersebut dapat kita ini simpulkan sebagai berikut:

Pertama: Pemberontakan Bersenjata Terhadap Imam-Imam nan Berada Di Atas Petunjuk Dan Jama'ah Kaum Muslimin Serta Penguasa Mereka.
Ini merupakan ekses negatif nan paling berbahaya nan ditimbulkan oleh bid'ah Khawarij. nan juga dapat mengakibatkan kerusakan dien & dunia.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm Majmu' Fatawa (XIII/35): “Kedua kelompok tersebut (yaitu Rafidhah & Khawarij) menghujat bahkan mengkafirkan penguasa kaum muslimin. Mayoritas Khawarij mengkafirkan Utsman & Ali Radhiyallahu anhuma serta orang-orang nan mendukung mereka berdua. kaum Rafidhah melaknat Abu Bakar, Umar & Utsman Radhiyallahu anhum serta orang-orang nan mendukung mereka. Akan tetapi kerusakan nan ditimbulkan oleh Khawarij lebih nyata lagi, berupa pertumpahan darah, perampasan harta, pemberontakan bersenjata, oleh sebab itu dlm beberapa hadits shahih disebutkan perintah utk memerani mereka. Hadits-hadits nan berisi celaan & perintah memerangi mereka sangat banyak sekali. Hadits-hadits tersebut mutawatir menurut Ahli Hadits, seperti halnya hadits ru'yah, azab kubur, hadits-hadits nan menjelaskan tentang adanya syafaat & haudh (telaga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam). “

Kedua: Kebencian Mereka Terhadap Kaum Muslimin, Pengkafiran, Hujatan Dan Laknat Serta Penghalalan Darah Dan Harta Kaum Muslimin.
Setelah menyebutkan 2 perkara di atas Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Oleh sebab itu setiap muslim harus berhati-hati terhadap 2 perkara di atas, & juga seluruh perkara nan dapat menimbulkan kebencian terhadap kaum muslimin, hujatan, laknat & penghalalan darah serta harta mereka…. “

Ketiga: Menganggap Negeri Kaum Muslimin Sebagai Darul Kufur Dan Harb (Negeri Kafir Dan Boleh Diperangi). Dan Menganggap Negeri Merekalah Darul Hijrah.
Sikap seperti ini merupakan akibat dari bid'ah mereka. Hingga mereka anggap halal menumpahkan darah kaum muslimin & merampas harta mereka. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dlm Kitab Majmu' Fatawa (XIX/73) berkata: “Perbedaan kedua antara Khawarij dgn ahlu bid'ah nan lain adalah: Kaum Khawarij ini mengkafirkan orang nan berbuat dosa & kesalahan. Dan atas dasar itu mereka menghalalkan darah kaum muslimin & harta mereka. Dan menganggap negeri kaum muslimin sebagai darul harb sementara negeri mereka adalah darul iman……”

Dalam bagian lain ketika membahas perbedaan antara Khawarij dgn Mu'tazilah (Majmu' Fatawa XIII/98) beliau menambahkan: “Mereka sangat menjaga kejujuran, seperti halnya Khawarij. Mereka tak membuat-buat dusta seperti halnya kaum Rafidhah. Dan mereka juga berpendapat bahwa tak boleh bernaung kecuali di negeri Islam, sebagimana halnya kaum Khawarij……”

Catatan:
Lebih parah lagi, kaum Khawarij ini sengaja berhijrah ke Darul Kufur & menetap di sana dgn dalih:
• Mereka tak bisa sabar terhadap kezhaliman para penguasa muslim.
• Mereka lebih banyak menyerang negeri Islam daripada negeri kufur. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm Majmu' Fatawa (III/355): “Kaum Khawarij ini mengkafirkan orang-orang nan menyelisihi mereka. Menghalalkan darah orang nan tak sepaham dgn mereka dgn tuduhan telah murtad menurut mereka. Suatu hal nan justru tak mereka terapkan terhadap orang nan benar-benar kafir. Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dlm sebuah hadits:

يَقْتُلٌوْنَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَ يَدَعُوْنَ أَهْلَ الأَوْثَانِ

“Mereka membunuh kaum muslimin & membiarkan para penyembah berhala”

Keempat: Mereka Mengkafirkan Orang nan Menyelisihi Mereka Dan Memaksa Orang Lain Untuk Mengikuti Bid'ah Mereka.
Ini merupakan perkara nan hampir dapat ditemui pada selurh kelompok-kelompok nan menyelisihi sunnah, ahli bid'ah & para pengikut hawa nafsu. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dlm Majmu' Fatawa (III/279): “Kaum Khawarij merupakan kelompok bid'ah pertama nan mengkafirkan kaum muslimin, mengkafirkan orang karena berbuat dosa besar, mengkafirkan orang-orang nan menyelisihi mereka, & menghalalkan darah & harta kaum muslimin. “

Itulah keadaan ahli bid'ah nan mengada-adakan bid'ah & mengkafirkan orang nan menyelisihi bid'ah tersebut. Sementara Ahlu Sunnah wal Jama'ah mengikuti Al-Qur'an & As-Sunnah, mentaati Allah & rasul-Nya, mengikuti kebenaran & berlaku belas kasih terhadap manusia. “

Kaum Khawarij mendasari bid'ah mereka dgn prinsip-prinsip bid'ah, persatuan ala hizbiyah serta pemikiran-pemikiran sesat.

Disamping itu mereka juga selalu mengamat-amati situasi & kondisi nan berkembang & peristiwa-peristiwa nan terjadi guna mempersiapkan tempat nan layak mereka jadikan pangkalan demi mewujudkan tujuan mereka. Oleh sebab itu aksi mereka tersebut terpusat pada point-point berikut ini:

1. Menisbatkan diri kepada nama & identitas nan bersifat umum, bukan kepada nama & identitas nan bersifat khusus nan mengacu kepada manhaj Salafus Shalih.
Ketika membahas salah 1 kebiasaan ahli bid'ah nan bersembunyi dibalik manhaj Salaf, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm Majmu' Fatawa (IV/153): “Kelompok nan terkenal dgn bid'ahnya seperti kelompok Khawarij & Rafidhah tak mengaku berada di atas manhaj salaf. Bahkan mereka mengkafirkan Salafus Shalih. Demikian pula kaum Khawarij nan telah mengkafirkan Utsman & Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhuma & jumhur kaum muslimin dari kalangan sahabat & tabi'in. Bagaimana mungkin mereka mengaku berada di atas manhaj salaf?”

Catatan:
Bahkan kaum mukminin nan lemah nan berdomisili di negeri ahli bid'ah, seperti Khawarij & lainnya, terpaksa menyembunyikan keimanan & manhaj mereka. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dlm Majmu' Fatawa (IV/149):
“Tidak ada satupun manhaj salaf nan harus disembunyikan kecuali bila berada di negeri ahli bid'ah, seperti di daerah kekuasaan Rafidhah & Khawarij. Orang-orang mukmin nan lemah terpaksa menyembunyikan keimanan & manhaj mereka. sebagaimana banyak diantara kaum mukminin nan menyembunyikan keimanan mereka di darul harb. “

2. Mencari-cari kesalahan ahlus sunnah wal jama'ah hingga dlm masalah ijtihadiyah.
Ketika membahas kelompok-kelompok ahli bid'ah nan terkenal & sikap mereka nan menolak mengikuti manhaj salaf Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dlm Majmu' Fatawa (IV/155): “Diantara sebab hujatan nan ditujukan oleh ahli bid'ah kepada Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah beberapa kesalahan & pelanggaran nan dilakukan oleh individu Ahlu Sunnah & kesalahan ijtihad sebagian ulama Ahlu Sunnah. Kesalahan & pelanggaran itu menjadi fitnah bagi orang-orang nan menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sehingga mereka jatuh dlm kesesatan nan jauh. “

3. Menurut Khawarij Ahlu Hadits adalah musuh bebuyutan nan harus ditumpas dgn segala cara.
Dalam Majmu' Fatawa (XX/161) Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Setiap ahli bid'ah pasti berusaha menyembunyikan nash-nash nan bertentangan dgn prinsip mereka & nash-nash nan tak mereka sukai. Mereka tak suka nash-nash tersebut dipublikasikan, diriwayatkan & dibicarakan. Dan juga membenci orang-orang nan melakukan hal itu. Sebagaimana dikatakan oleh Salafus Shalih: Tidaklah seseorang jatuh ke dlm sebuah bid'ah melainkan akan dicabut kenikmatan hadits dari hatinya. “

4. Mencari-cari kesalahan penguasa & memprovokasi massa utk melawan penguasa. Kemudian juga menghujat & mengkafirkan penguasa.

PEMBAHASAN KEENAM: WAKTU DAN TEMPAT KAUM KHAWARIJ MEMULAI AKSI MEREKA
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah tak hanya membahas dasar-dasar bid'ah Khawarij, sebab-sebab munculnya & ekses-ekses nagatifnya saja, bahkan beliau juga mengungkap masalah nan lebih khusus lagi, yaitu masalah waktu & tempat kaum Khawarij memulai aksi mereka. Perlu diketahui bahwa kaum Khawarij ini telah menetapkan waktu & tempat mereka memulai aksi jihad -demikian anggapan mereka-, didukung beberapa unsur nan saling menguatkan sebagai mukaddimah berlangsungnya ‘pesta besar' mereka.

1. Tempat Dan Waktu Memulai Aksi.
Kaum Khawarij harus mendapatkan tempat nan cocok utk memulai aksi. Setelah melakukan persiapan & saling bahu-membahu utk menyukseskan aksi mereka. Biasanya mereka memulai aksi selepas terjadinya peristiwa besar Syeikhul Islam rahimahullah mengungkap gerakan politik terselubung ini dlm Majmu' Fatawa (XXVIII/489), ketika beliau membahas kerusakan nan ditimbulkan oleh madzhab Rafidhah & Khawarij: “Faktor penyebabnya adalah kaum Khawarij ini merupakan kelompok bid'ah pengikut hawa nafsu nan pertama kali menyempal dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah, padahal eksistensi Khulafaur Rasyidin serta kaum Muhajirin & Anshar, pelita ilmu & iman, keadilan & cahaya nubuwat serta kekuatan hujjah & kekuasaan masih ada. Saat itu Allah menegakkan dien ini atas agama nan lainnya dgn kekuatan hujjah & kekuasaan.

Sebab munculnya aksi mereka adalah kebijaksanaan Amirul Mukminin Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu & Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu serta orang-orang nan mendukung mereka nan bersumber dari penakwilan mereka. Rupanya hal itu tak dapat diterima oleh kaum Khawarij. Mereka anggap perkara ijtihad itu sebagai sebuah dosa. Bahkan menggolongkannya sebagai dosa besar Oleh sebab itu mereka tak memberontak pada zaman kekhalifahan Abu Bakar & Umar, karena penakwilan seperti itu tak terjadi pada zaman kekhalifahan mereka berdua & juga ketika itu kaum Khawarij ini masih lemah. “

Jadi, mereka akan muncul pada 2 kondisi:
• Peristiwa-peristiwa & fitnah-fitnah nan terjadi bertepatan dgn takwil-takwil bid'ah mereka.
• Jumlah mereka nan memadai & banyak.

2. Unsur-Unsur Pendukung Munculnya Aksi Khawarij.
Salah 1 ciri khas Khawarij ini adalah mereka memiliki imam, jama'ah & negeri (daerah kekuasaan/tempat berlindung).

Pertama: Mereka menyempal dari kaum muslimin.
Kedua: Mereka menyimpulkan ikatan wala' & bara' (loyalitas & permusuhan) atas dasar bid'ah mereka tersebut.

Kemudian imam mereka adalah imam tandingan bagi imam kaum muslimin nan sah. Oleh sebab itu bid'ah Khawarij & bid'ah Rafidhah bertemu pada 1 titik nan sama, yaitu masalah imamah & khilafah Berikut merembet kepada seluruh perkara ibadah & hukum-hukum syar'i. “

Mereka menganggap negeri mereka nan layak disebut sebaagi darul hijrah & darul iman. Sementara negeri kaum muslimin lainnya adalah darul kufur & harb. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan unsur-unsur tersebut dlm Majmu' fatawa (XIII/35): “Kaum Syi'ah ketika itu tak memiliki jama'ah & imam, tak pula memiliki negeri & kekuatan utk memerangi kaum muslimin. nan memiliki semua itu pada saat itu hanyalah kaum Khawarij

Ciri khas mereka adalah memiliki imam, jama'ah & negeri. Mereka anggap negeri mereka sebagai darul hijrah, adapun negeri kaum muslimin lainnya adalah darul kufur & harb. “

KAPAN KHAWARIJ AKAN MUNCUL?
Jika bid'ah takfir & bid'ah pembangakangan terhadap penguasa & kaum muslimin telah saling berpadu, maka telah bersatulah pasangan serasi dlm sebuah pesta besar Para pelayan nan dungu telah mengatur segala sesuatunya. Berjalan kesana kemari mengurus pesta besar tersebut Menghidangkan kepada para undangan -kaum militan- beraneka ragam kesesatan & penyimpangan dari aqidah & manhaj dlm bentuk perbaikan & penjelasan. Dihidangkan di atas meja nan berlapiskan kezuhudan & kewaraan semu, sementara hakikatnya adalah kehancuran & kebinasaan. Kemah-kemah telah dipancangkan, para kekasih telah saling berpasangan, rekan-rekan telah saling bersatu, harta telah dihamburkan, peran masing-masing telah dibagi-bagikan, mereka anggap genderang jihad telah bergema

Jangan terkecoh Sebenarnya itulah genderang setan Khawarij, nan ditabuh pada saat Ahlus Sunnah terlelap & tercerai berai

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dlm Majmu' Fatawa (XIX/89): “Orang nan mencela hukum nan diputuskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam atau pembagian nan beliau tetapkan -seperti nan dilakukan oleh Khawarij- pada dasarnya telah mencela Kitabullah & telah menyelisihi sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, telah menyempal dari kaum muslimin. Kekuatan setan Khawarij ini dapat diredam pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar & Utsman Radhiyallahu anhum ketika kaum muslimin masih bersatu padu. Ketika umat ini telah terpecah belah pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, setan Khawarij ini merasa mendapat angin utk melancarkan aksinya Merekapun bergerak, mengkafirkan Ali & Mu'awiyah Radhiyallahu anhuma serta orang-orang nan mendukung mereka berdua. Akhirnya mereka diperangi oleh kelompok nan paling mendekati kebenaran, yaitu kelompok Ali bin Abi Thalib, sebagimana disebutkan dlm kitab Ash-shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

تَمْرُقُ مَارِقَةٌ عَلىَ حِيْنِ فِرْقَةٍ مِنَ النَّاسِ, تَقْتُلُهُمْ أَوْلَى الطَّائِفَتَيْنِ بِالحَقِّ

Akan muncul nanti 1 kelompok nan menyempal dari kaum muslimin ketika mereka terpecah menjadi 2 golongan. Kelompok itu akan diperangi oleh golongan nan paling mendekati kebenaran.

Semoga Allah merahmati Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah nan telah mengungkap rahasia nan tersembunyi dibalik jubah Khawarij. Membeberkan asas dasar mereka, ekses-ekses negatifnya & akibatnya nan sangat berbahaya terhadap umat, terutama ketika umat ini dlm kondisi terpecah belah & lemah.

Tentunya kita ini sangat membutuhkan buku-buku karangan beliau, & juga buku-buku seluruh ulama Ahlu Sunnah Wal Jama'ah dlm memahami kaidah-kaidah agama & ushuluddin & syariat. Hanya Allah sajalah nan kuasa memberi petunjuk kepada jalan nan benar, khususnya dlm kondisi umat nan dirudung fitnah & lemah sekarang ini.

(Diterjemahkan secara bebas oleh: Abu Ihsan Al-Atsari Al-Medani)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
sumber: www.almanhaj.or.id penulis Syaikh Fathi Abdullah Sulthan tags: Alaihi Wa Sallam, Tidak Akan, Cara Cara

tentang bidah dan akibatnya ahlu bidah membenci ibnu taimiyah mengungkap masalah bidah cara ibnu taimiyyah memerangi bidah siapa orang di balik membedah bidah penyimpangan khawarij menganalisa beberapa penyinpangan yg dilakukan oleh khawarij, batasan kafir muslim sikap murjiah menghalalkan darah penguasa ibnu taimiyah dan wa/ izzis.web.id/ metodologi- ibnu- taimiyah- dalam- membedah- bidah- khawarij- 2- alaihi- wa- sallam- 232.htm izzis.web.id/ metodologi- ibnu- taimiyah- dalam- membedah- bidah- khawarij- 2- alaihi- wa- sallam- 232.htm izzis.web.id/ metodologi- ibnu- taimiyah- dalam- membedah- bidah- khawarij- 2- alaihi- wa- sallam- 232.htm izzis.web.id/ metodologi- ibnu- taimiyah- dalam- membedah- bidah- khawarij- 2- alaihi- wa- sallam- 232.htm ibn bidah khawarij kitab dar’u ta’arudhi al- aql wan an- naql pendapat imam ahmad