Keindahan Islam nan Berupa Perintah-Perintah Dan Larangan-Larangan Alaihi Wa Sallam

A. Keindahan Islam nan Berupa Perintah-Perintah:(*1)
1. Islam memerintahkan kita ini agar bertauhid secara murni (beribadah hanya kepada Allah Azza wa jalla saja, tak kepada nan selain-Nya), ber‘aqidah nan benar sesuai dgn pemahaman para Shahabat karena nan demikian itu dapat membawa kepada ketentraman hati. ‘Aqidah nan diajarkan Islam dapat menjadikan mulia, menampakkan harga diri & memberikan kelezatan iman.

2. Islam memerintahkan agar berbakti kepada kedua orang tua, menghubungkan silaturahmi & menghormati tetangga.

3. Islam mengajarkan agar berbuat & berupaya utk memenuhi & membantu kebutuhan-kebutuhan kaum Muslimin & meringankan beban kesengsaraan mereka.

4. Islam menganjurkan terlebih dahulu memberi ucapan salam kepada setiap muslim nan kita ini jumpai & menolong kaum Muslimin.

5. Islam mengajurkan agar menjenguk orang nan sakit, mengantar jenazah, berziarah kubur, & mendo'akan sesama kaum Muslimin.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ.

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam. ” (Para Shahabat bertanya), “Apa saja wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(1) Apabila engkau berjumpa dengannya, maka ucapkanlah salam, (2) bila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya, (3) bila ia meminta nasihat, maka nasihatilah, (4) bila ia bersin lalu mengucapkan tahmid (alhamdulillaah), maka do'akanlah (dengan ucapan: ‘Yarhamukallaah'), (5) bila ia sakit, maka jenguklah, & (6) bila ia wafat, maka antarkanlah jenazahnya (ke pemakaman). ” (*2)

6. Islam menyuruh agar berlaku adil kepada orang lain & mencintai apa nan dicintai mereka sebagaimana kita ini mencintai diri sendiri.

اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“…Berlaku adillah, karena (adil itu) lebih dekat kepada takwa…. ” [Al-Maa-idah: 8]

7. Islam menyuruh berikhtiar utk mencari rizki, menjaga kehormatan diri & mengangkatnya dari posisi nan hina & lemah.
Dalam mencari rizki, seseorang hendaknya berikhtiar terlebih dahulu, baru kemudian bertawakal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Azza wa Jalla, sebagaimana nan diperintahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا.

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dgn sungguh-sungguh, maka sungguh kalian akan diberikan rizki oleh Allah sebagaimana Dia memberikannya kepada burung. Pagi hari ia keluar dlm keadaan kosong perutnya, kemudian pulang di sore hari dlm keadaan kenyang. ” (*3)

8. Islam mengajarkan berlaku amanah (dipercaya), menepati janji, baik sangka (husnu zhan), tak tergesa-gesa dlm segala perkara & berlomba dlm melakukan kebajikan.

B. Keindahan Islam nan Berupa Larangan-Larangan:
Di antara keindahan Islam adalah larangan-larangan nan memperingatkan seorang muslim agar tak terjerumus ke dlm keburukan & ancaman keras atas akibat buruk dari perbuatan tercela itu. Di antara larangan Islam itu adalah:

1. Islam melarang syirik, yaitu menyekutukan Allah Azza wa Jalla dgn sesuatu. Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), & Allah mengampuni (dosa) selainnya bagi siapa nan Dia kehendaki. Barangsiapa nan mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa nan besar. ” [An-Nisaa': 48]

2. Islam melarang kekafiran, kefasikan, kedurhakaan & menuruti keinginan hawa nafsu.

3. Islam melarang bid'ah (mengadakan sesuatu ibadah nan baru dlm agama).

4. Islam melarang riba & makan harta riba. Allah Subhanahu wa Ta'ala melaknat orang nan makan riba, wakilnya, saksi & penulisnya. (*4)

5. Islam melarang sifat takabur, dengki, ujub (bangga diri), hasad, mencela, memaki orang lain & mengganggu tetangga.

6. Islam melarang perbuatan menggunjing (ghibah), yaitu membicarakan keburukan orang lain & mengadu domba (namimah), yaitu mengadakan provokasi di antara sesama utk menimbulkan kerusakan & permusuhan.

7. Islam melarang banyak berbicara nan tak berguna, menyebarluaskan rahasia orang lain, memperolok-olok & menganggap remeh orang lain.

8. Islam juga melarang mencaci-maki, mengutuk, mencela & ungkapan-ungkapan buruk & memanggil orang lain dgn panggilan-panggilan buruk.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) & bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. Wahai orang-orang nan beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum nan lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) & jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) & janganlah kamu mencela dirimu sendiri & janganlah kamu saling memanggil dgn gelar-gelar nan buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) nan buruk (fasiq) sesudah beriman & barangsiapa nan tak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang nan zhalim. Wahai orang-orang nan beriman. Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa & janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain & janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian nan lain. Apakah ada di antara kamu nan suka memakan daging saudaranya nan sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ” [Al-Hujuraat: 10-12]

9. Islam melarang kita ini banyak berdebat, bertengkar, percandaan hina nan dapat membawa kepada kejahatan & meremehkan orang lain.

10. Islam melarang pengkhianatan, perbuatan makar, ingkar janji & fitnah nan dapat menyebabkan orang lain berada dlm ketidakpastian.

11. Islam melarang seorang anak durhaka kepada kedua orang tua & memutus hubungan silaturahmi dgn sanak kerabat famili terdekat.

12. Islam melarang berburuk sangka, memata-matai & mencari-cari kesalahan orang lain.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang nan beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa & janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain & janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian nan lain. . . ” [Al-Hujuraat: 12]

13. Islam melarang membuat tato, mengerik bulu wajah, mencukur alis, menyambung rambut (sanggul) & memakai pakaian nan tak menutup aurat.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، اَلْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ.

“Allah melaknat wanita nan bertato, wanita nan meminta ditato, wanita nan mengerik bulu wajah, wanita nan mencukur bulu alis matanya & wanita nan mengikir giginya agar tampak cantik, mereka telah mengubah ciptaan Allah. ” (*5)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat wanita nan menyambung rambut & meminta disambung rambutnya. (*6)

Rasulullah Shallallahu a'alaihi wa sallam mengancam dgn masuk Neraka bagi wanita nan tak berbusana muslimah (berjilbab nan menutupi aurat), Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ، يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ البُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَيَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

“Ada 2 golongan penduduk Neraka, nan belum pernah aku lihat keduanya,
yaitu suatu kaum nan memegang cemeti seperti ekor sapi utk mencambuk manusia & wanita-wanita nan berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok & kepalanya dicondongkan seperti punuk unta nan condong. Mereka tak akan masuk Surga & tak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga dapat tercium sejauh perjalanan begini & begini. ” (*7)

Syarat jilbab wanita muslimah nan sempurna:
a. Menutup seluruh tubuh, kecuali wajah & 2 telapak tangan.
b. Kainnya tebal, tak tipis atau transparan.
c. Harus longgar, tak ketat.
d. Tidak memakai wangi-wangian (parfum).
e. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
f. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. (*8)

14. Islam melarang minuman keras (khamr), mengkonsumsi atau memperjualbelikan narkoba & melarang perjudian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

“Wahai orang-orang nan beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi, (berkorban untuk) berhala & mengundi nasib dgn anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah (per-buatan-perbuatan itu) agar kamu beruntung. Dengan minuman keras & judi itu syaitan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan & kebencian di antara kamu, & menghalangi kamu dari mengingat Allah & melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” [Al-Maa-idah: 90-91]

15. Islam melarang promosi palsu & dusta, curang dlm takaran & timbangan. Menggunakan harta kekayaan dlm hal nan diharamkan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

“Celakalah bagi orang-orang nan curang. (Yaitu) orang-orang nan apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, & apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. ” [Al-Muthaffifin: 1-3]

16. Islam melarang perbuatan saling menjauhi 1 sama lain, saling bermusuhan, acuh tak acuh & melarang seorang muslim tak menegur saudaranya sesama muslim lebih dari 3 hari.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ: يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ.

“Tidak halal bagi seorang muslim utk membiarkan saudaranya lebih dari 3 hari, keduanya bertemu tetapi saling memalingkan muka. Dan nan terbaik dari keduanya adalah nan memulai mengucapkan salam. ” (*9)

17. Islam melarang onani, perzinahan, homoseks, lesbian & membunuh jiwa nan diharamkan Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan orang-orang nan menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak nan mereka miliki, maka sesungguhnya mereka (dalam hal ini) tiada tercela. Tetapi barangsiapa mencari nan di balik (zina & sebagainya) itu, maka mereka itulah orang-orang nan melampaui batas. ” [Mukminun: 5-7]

18. Islam melarang kita ini menerima uang sogokan (suap) atau menyuap orang lain. Dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِى وَالْمُرْتَشِى.

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang nan menyuap & orang nan menerima suap. ” (*10)

Orang nan menyuap & nan disuap hukumnya sama bagi keduanya, yaitu berdosa. Suap menyuap hukumnya haram, meskipun mereka memakai istilah “hadiah”, “uang jasa”, “uang damai”, & lainnya.

Demikianlah ulasan singkat tentang perintah-perintah & larangan-larangan Islam nan menunjukkan kebenaran & keindahannya.

[Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur'an & As-Sunnah nan Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan ke 3]

Referensi
(*1). Lihat ath-Thariq ilal Islam oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd.
(*2). HR. Muslim (no. 2162 (5)) dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
(*3). HR. At-Tirmidzi (no. 2344), Ahmad (I/30), Ibnu Majah (no. 4164). At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih. ” Dishahihkan pula oleh al-Hakim (IV/318) dari Shahabat ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, lafazh ini milik Ahmad.
(*4). HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud & lainnya.
(*5). HR. Al-Bukhari (no. 4886, 5931, 5948) & Muslim (no. 2125) dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu. Lihat keterangan lengkap dlm Adabuz Zifaf (hal 202-203).
(*6). HR. Al-Bukhari (no. 5947) & Muslim (no. 2124) dari Shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma.
(*7). HR. Muslim (no. 2128), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
(*8). Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat kitab Jilbabul Maratil Muslimah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani v.
(*9). HR. Al-Bukhari (no. 6077) & Muslim (no. 2560) dari Shahabat Abu Ayyub al-Anshary Radhiyallahu anhu.
(*10). HR. Abu Dawud (no. 3580), at-Tirmidzi (no. 1337) & ia berkata: “Hadits hasan shahih. ”
sumber: www.almanhaj.or.id penulis Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas tags: Alaihi Wa Sallam, Keindahan Islam, Ucapan Salam, Harga Diri

mengapa jika seorang muslim berselisih tidak boleh lebih dari tiga hari? dan dalilnya hadits larangan berselisih tidak boleh lebih dari ... mengapa jika seorang muslim berselisih tidak boleh lebih dari 3 hari dan dalilnya dalil mengapa seorang muslim tidak boleh berselisih lebih dari 3 hari dalil berselisih tidak boleh lebih dari tiga hari larangan berselisih lebih dari 3 hari dalil seorang muslim tidak boleh berselisih lebih dari tiga hari dalil naqli berselisih 3 hari dalil dari seorang muslim berselisih tidak boleh lebih dari 3 hari dalil mengapa seorang muslim tidak boleh berselisih lebih dari 3 hari dalil seorang muslim tidak boleh berselisih lebih dari 3 hari dalil naqli tentang dilaang bermusuhan lebih dari 3 hari dilarang bermusuhan sesama islam dalil naqli tentang perintah berikhtiar dalil naqli seorang muslim berselisih tidak boleh lebih dari tiga hari