Ahlus Sunnah Adalah Ahlul Wasath Alaihi Wa Sallam

Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah Ahlul Wasath (ummat nan pertengahan di antara firqah-firqah (*1) nan menyimpang) (*2). Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan ummat (Islam) ini sebagai ummat pertengahan (ummat nan adil & terpilih), di kalangan semua ummat manusia, sebagaimana firman-Nya:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian pula telah Kami jadikan kamu (ummat Islam), ummat nan adil & pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia & agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. ” [Al-Baqarah: 143]

Mereka (Ahlus Sunnah) adalah pertengahan di antara firqah-firqah (golongan-golongan) nan sesat. Menurut penjelasan Imam ‘Abdullah Ibnul Mubarak (wafat th. 181 H) & Yusuf al-Asbath (wafat th. 195 H) bahwa golongan nan binasa (sesat) banyak jumlahnya, akan tetapi sumber perpecahannya ada 4 firqah (golongan), yaitu:

1. Rafidhah.
2. Khawarij.
3. Qadariyyah.
4. Murji'ah.

Ada orang nan bertanya kepada ‘Abdullah Ibnul Mubarak tentang golongan Jahmiyyah, maka beliau menjawab: “Mereka itu bukan ummat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. ” (*3)

Di antara keyakinan & manhaj Ahlus Sunnah nan merupakan pertengahan adalah:

1. Mereka (Ahlus Sunnah) adalah pertengahan dlm masalah Sifat-Sifat Allah antara golongan Jahmiyyah & Musyabbihah.

Jahmiyyah adalah aliran nan sesat & dikafirkan oleh para ulama. Muncul pada akhir kekuasaan Bani Umayyah. Disebut demikian karena dikaitkan dgn nama tokoh pendirinya, yaitu Abu Mahraz Jahm bin Shafwan at-Tirmidzi nan dibunuh pada tahun 128 H. Di antara pendapat aliran ini adalah mengingkari Asma' & Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala, Al-Qur-an adalah makhluk (barang ciptaan) & bahwa iman itu adalah hanya sekedar mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka berkeyakinan bahwa Surga & Neraka itu fana (akan binasa) & lain-lain. (*4)

Musyabbihah yaitu aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Mereka menyamakan atau menyerupakan Sifat Allah dgn sifat makhluk-Nya. Termasuk dlm golongan tamtsil ini adalah Jawaliqiyyah, Hisyamiyyah & Jawaribiyyah. (*5)

Sedangkan pandangan Ahlus Sunnah tentang Sifat Allah dapat dilihat dlm pembahasan Tauhid Asma' wash Shifat.

2. Ahlus Sunnah pertengahan antara aliran Jabariyyah & Qa-dariyyah dlm masalah af'alul ‘ibad (perbuatan hamba-Nya).

Jabariyyah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata ‘jabr' artinya paksaan. Dan mereka mempunyai pandangan bahwa manusia dlm segala perbuatan, gerak-gerik & tingkah lakunya adalah dipaksa, tak memiliki kekuasaan & kebebasan. Mereka menafikan perbuatan hamba secara ha-kikat & menyandarkannya kepada Allah. Termasuk dlm aliran ini adalah Jahmiyyah, mereka berpandangan seperti itu. Menurut Syahrastani bahwa Jabariyyah ada 2 golongan: Jabariyyah Khalishah & Jabariyyah Mutawassithah. (*6)

Qadariyyah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata ‘qadar', artinya ketentuan Ilahi. Aliran ini tak mengakui adanya qadar tersebut & mengatakan manusialah nan menentukan nasibnya sendiri & dialah nan membuat perbuatannya, terlepas dari kodrat serta iradat Ilahi. Termasuk dlm aliran ini adalah Mu'tazilah nan juga berpan-dangan sama. (*7)

Pandangan Ahlus Sunnah Tentang Perbuatan Hamba adalah:

Pertama: Perbuatan hamba pada hakekatnya adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla.

Kedua: nan melaksanakan perbuatan tersebut adalah hamba itu sendiri secara hakiki.

Ketiga: Seorang hamba mempunyai kekuasaan (kemampuan) utk melaksanakan perbuatannya secara hakiki & mempunyai pengaruh atas terjadinya perbuatan tersebut. Dan Allah-lah nan memberi kemampuan kepada mereka utk melakukan perbuatan tersebut. (*8)

Imam Abu ‘Utsman ash-Shabuni (wafat th. 499 H) rahimahullah berkata: “Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah keyakinan bahwa perbuatan hamba adalah diciptakan Allah Azza wa Jalla. Dan mereka tak ada nan membantah serta tak ada keraguan sedikit pun. Sebaliknya, mereka menganggap orang nan mengingkari & tak menerima kenyataan itu sebagai orang nan menyimpang dari petunjuk & kebenaran. ” (*9)

3. Mereka (Ahlus Sunnah) pertengahan dlm masalah ancaman Allah (*10), antara Murji'ah & aliran Wa'idiyyah, dari kalangan Qadariyyah & selain mereka.

Murji'ah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata irja' nan berarti pengakhiran, sebab mereka mengakhirkan (memisahkan) amal dari iman. Mereka mengatakan: “Suatu dosa tak membahayakan selama ada iman, sebagai-mana suatu ketaatan tak berguna selama ada kekafiran. ” Menurut mereka, amal tidaklah termasuk dlm kriteria iman, serta iman tak bertambah & tak pula berkurang. (*11)

Wa'idiyyah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah, berasal dari kata wa'iid nan berarti ancaman. Mereka berpendapat bahwa Allah harus melaksanakan ancaman-Nya, sebagaimana nan disebutkan dlm Al-Qur-an. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa pelaku dosa besar, apabila ia wafat tanpa bertaubat, maka ia akan kekal di dlm Neraka, sebagaimana nan diancamkan oleh Allah terhadap mereka, sebab Allah tak akan menyalahi janji-Nya. (*12)

Sedangkan menurut pandangan Ahlus Sunnah bahwasanya seorang Muslim nan berbuat dosa besar akan mendapat ancaman dgn Neraka apabila ia tak bertaubat, jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuninya, & jika Allah menghendaki, Dia akan menyiksanya di dlm Neraka, akan tetapi ia tak kekal di Neraka. (*13)

4. Ahlus Sunnah pertengahan dlm hal nama-nama iman & agama, antara golongan Haruriyyah & Mu'tazilah, serta antara kaum Murji'ah & Jahmiyyah.

Haruriyyah adalah aliran sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata haruura' (حَرُوْرَاءُ), yaitu suatu tempat di dekat Kufah. Haruriyyah termasuk salah 1 sekte dlm aliran Khawarij. Dinamakan demikian karena di tempat itulah mereka ber-kumpul ketika mereka keluar (memberontak) dari kekhalifahan ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu. Menurut mereka, pelaku dosa besar ada-lah kafir & di akhirat ia kekal di dlm Neraka. (*14)

Mu'tazilah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Mereka adalah pengikut Washil bin ‘Atha' & ‘Amr bin ‘Ubaid. Dikatakan Mu'tazilah karena mereka mengeluarkan diri (‘itizal) dari kelompok kajian al-Hasan al-Bashri (wafat tahun 110 H) rahimahullah, atau karena mereka mengisolir diri dari pandangan sebagian besar ummat Islam ketika itu dlm hal pelaku dosa besar, karena menurut Washil bin ‘Atha', pelaku dosa besar berada dlm status antara iman & kafir, tak dikatakan beriman & tak pula dikatakan kafir, atau disebut dgn istilah mereka: manzilah bainal manzilatain (tempat di antara 2 kedudukan, tak mukmin & tak kafir). Dan jika tak bertaubat, maka ia di akhirat akan kekal dlm Neraka. (*15)

Adapun menurut Ahlus Sunnah, pelaku dosa besar dari kaum Muslimin masih tetap disebut Mukmin karena imannya, hanya saja ia itu fasiq karena perbuatan dosa besarnya. Atau dikatakan ia itu Mukmin nan kurang imannya, sedang urusannya di akhirat -apabila belum bertaubat- adalah terserah Allah, jika Allah Azza wa Jalla menghendaki, akan disiksa-Nya (sesuai dgn keadilan-Nya) & jika Dia menghendaki akan diampuni-Nya (sesuai dgn sifat kasih-Nya). (*16)

5. Ahlus Sunnah juga pertengahan antara golongan Rafidhah & Khawarij, dlm masalah Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Rafidhah adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata ‘Rafadha', artinya menolak. Salah 1 sekte di dlm aliran Syi'ah. Mereka bersikap berlebih-lebihan terhadap ‘Ali & Ahlul Bait, serta mereka menyatakan permusuhan terhadap sebagian besar Sahabat, khususnya Abu Bakar & ‘Umar Radhiyallahu anhuma. Disebut Rafidhah, karena mereka menolak utk membantu serta mendukung Zaid bin ‘Ali bin al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib pada masa kepemimpinan Hisyam bin ‘Abdil Malik. Sebabnya, karena mereka meminta kepada Zaid supaya menyatakan tak berpihak kepada Abu Bakar & ‘Umar, beliau menolak & tak mau sehingga mereka pun menolak utk mendukungnya. Oleh karena itu mereka disebut Rafidhah. (*17)

Khawarij adalah aliran nan sesat & termasuk ahlul bid'ah. Berasal dari kata kharaja nan berarti keluar. Suatu aliran nan menyempal dari agama Islam & mereka keluar dari para Imam pilihan dari kaum Muslimin. Bahkan mereka mengkafirkan ‘Ali & Mu'awiyah serta para pendukung keduanya. Mereka (Khawarij) disebut demikian karena menyatakan keluar dari kekhalifahan ‘Ali setelah peristiwa Shiffin. Prinsip Khawarij nan paling mendasar ada tiga, nan mereka telah menyimpang, sesat & menyesatkan kaum Muslimin:

Pertama: Mengkafirkan ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Utsman bin ‘Affan & 2 hakim (*18) Radhiyallahu anhum.

Kedua: Wajib keluar (berontak) dari penguasa nan zhalim.

Ketiga: Pelaku dosa besar adalah kafir & di akhirat kekal dlm Neraka. (*19)

Firqah nan pertama kali keluar dari ummat Islam adalah Khawarij, merekalah nan pertama kali mengkafirkan kaum Muslimin dgn sebab dosa besar, & mereka juga nan meng-halalkan darah kaum Muslimin dgn sebab itu. (*20)

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M]

Referensi
(*1). Firqah adalah kelompok atau golongan, aliran, pemahaman nan menyimpang dari pemahaman para Sahabat Radhiyallahu anhum. Mereka mempunyai prinsip & kaidah da-lam beragama nan berbeda dgn prinsip ‘aqidah & manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
(*2). Untuk lebih jelas tentang pertengahan Ahlus Sunnah di antara firqah-firqah nan sesat, bacalah kitab Wasathiyyah Ahlus Sunnah bainal Firaq karya Dr. Muhammad Bakarim Muhammad Ba'abdullah, cet. I- Daarur Rayah, th. 1415 H.
(*3). Majmuu' Fataawaa (III/350) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
(*4). Lihat Maqaalaat Islamiyyiin (juz I) oleh Abul Hasan al-Asy'ari, al-Farqu bainal Firaq (hal. 158), al-Milal wan Nihal (hal. 86-88) oleh Syahrastani, Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (hal 185) oleh Khalil Hirras, tahqiq as-Saqqaf, & Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 296).
(*5). Lihat Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (hal. 185) oleh Khalil Hirras, tahqiq as-Saqqaf, al-Farqu bainal Firaq (hal. 170-174) & Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 317-318).
(*6). Lihat Maqaalaatul Islamiyyiin (I/338), al-Milal wan-Nihal (hal. 85) oleh Syah-rastani & Wasathiyah Ahlis Sunnah (hal. 374-375).
(*7). Lihat al-Farqu bainal Firaq (hal. 79) oleh al-Khatib al-Baghdadi, tahqiq Muhyidin ‘Abdul Hamid, al-Milal wan-Nihal (hal. 43-45) oleh Syahrastani & Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 378).
(*8). Lihat Wasathiyyah (hal. 379) & Minhaajus Sunnah (II/298).
(*9). ‘Aqiidatus Salaf Ash-haabil Hadiits (hal. 90 no. 118).
(*10). Lihat pembahasan tentang al-Wa'du wal Wa'iid pada buku ini (hal. 374-380).
(*11). Lihat al-Milal wan-Nihal (hal. 139) oleh Syahrastani, Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 294-295).
(*12). Lihat Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (hal. 188) oleh Khalil Hirras, tahqiq as-Saqqaf & Wasathiyyah Ahlus Sunnah (hal. 355-356).
(*13). Wasathiyyah Ahlus Sunnah (hal. 357).
(*14). Lihat Maqaalaatul Islamiyyiin (I/167) oleh Abul Hasan al-Asy'ari, tahqiq Muhyidin ‘Abdul Hamid, Majmu' al-Fataawaa (VII/481-482) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah & Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (hal. 190) oleh Khalil Hirras, tahqiq as-Saqqaf.
(*15). Lihat al-Farqu bainal Firaq (hal. 15), Wasathiyyah (hal. 296-297, 341-343).
(*16) Lihat Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 346) & Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (hal. 191) oleh Khalil Hirras, tahqiq as-Saqqaf.
(*17). Lihat Minhaajus Sunnah (I/34-36) oleh Syaikhul Islam, tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Maqaalaatul Islamiyyiin (I/65, 88, 136) & Wasathiyyah Ahlis Sunnah (hal. 405-418).
(*18). nan dimaksud dgn 2 hakim adalah 2 orang utusan utk melerai perselisihan antara ‘Ali & Mu'awiyah. Dari pihak ‘Ali diutus Abu Musa al-Asy'ari & dari pihak Mu'awiyah diutus ‘Amr bin al-‘Ash, رضوان الله عليهم أجمعين.
(*19). Lihat Maqaalaatul Islaamiyyiin (I/167-168), al-Milal wan-Nihal (hal. 114-115) oleh Syahrastani, Fat-hul Baari (XII/283-284) & Wasathiyyah (hal. 290-291).
(*20). Majmuu' Fataawaa (III/349 & VII/481) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
sumber: www.almanhaj.or.id penulis Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas tags: Alaihi Wa Sallam, Nabi Muhammad, Ahlus Sunnah, Subhanahu Wa, Sunnah Wal

perbuatan manusia menurut ahlusunnah perbuatan manusia menurut ahlussunnah perbuatan dan nasib manusia menurut pandangan ahlusunnah wal jamaah perbuatan hamba afal alibad ahlu sunnah 2 macam perbuatan manusia menurut ahlussunnah pandangan aliran ahli sunnah wal jamaah tentang afalul ibad (amal/ perbuatan manusia) jelaskan pandangan aliran ahli sunnah wal jamaah tentang afalul ibad(amal/ perbuatan+manusia)? izzis.web.id/ ahlus- sunnah- adalah- ahlul- wasath- alaihi- wa- sallam- 1879.htm izzis.web.id/ ahlus- sunnah- adalah- ahlul- wasath- alaihi- wa- sallam- 1879.htm izzis.web.id/ ahlus- sunnah- adalah- ahlul- wasath- alaihi- wa- sallam- 1879.htm izzis.web.id/ ahlus- sunnah- adalah- ahlul- wasath- alaihi- wa- sallam- 1879.htm apa pendapat ahlu sunnah wal jamaah mengenai perbutan manusia pendapat ahlus sunnah tentang perbuatan manusia pendapat pertengahan sifat allah pengertian tentang aliran jahmiyyah